Cari Blog Ini

Rabu, 17 Mei 2017

MICROSOFT ACCESS

UNIVERSITAS MERCUBUANA, MERUYA SELATAN, KEMBANGAN JAKARTA BARAT
Mata Kuliah: Basis Data
Dosen: Ratna Mutu Manikam, S.Kom, MT
Hari/Jam: Senin/13.15
Prodi: Sistem Informasi
Nama: Liana Rahmadani
NIM: 41816010037

Microsoft Access adalah suatu program aplikasi basis data komputer relasional yang digunakan untuk merancang, membuat dan mengolah berbagai jenis data dengan kapasitas yang besar. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan pengguna. Versi terakhir adalah Microsoft Office Access 2013 yang termasuk ke dalam Microsoft Office System 2013.
beberapa Fungsi Microsoft Access:
- Untuk membuat program aplikasi persediaan barang. 
- Untuk membuat program aplikasi gaji pegawai.
- Untuk membuat program aplikasi kehadiran.

Komponen Utama (Object)
     1.      Table
Table adalah objek utama dalam database yang digunakan untuk menyimpan sekumpulan data sejenis dalam sebuah objek. Table terdiri atas:
·         Field Name: Atribut dari sebuah table yang menempati bagian kolom.
·         Record: Isi dari field atau atribut yang saling berhubungan yang menempati bagian baris.

     2.      Query (SQL / Structured Query Language).
     Query adalah bahasa untuk melakukan manipulasi terhadap database. Digunakan untuk                        menampilkan, mengubah, dan menganalisa sekumpulan data. Query dibedakan menjadi 2, yaitu:
    · DDL (Data Definition Language): Digunakan untuk membuat atau mendefinisikan obyek-obyek database seperti membuat tabel, relasi antar tabel dan sebagainya.
    · DML (Data Manipulation Language): Digunakan untuk manipulasi database, seperti: menambah, mengubah atau menghapus data serta mengambil informasi yang diperlukan dari database
.
     3.     Form
  Form digunakan untuk mengontrol proses masukan data (input), menampilkan data (output), memeriksa dan memperbaharui data.

     4.      Report.
     Report digunakan untuk menampilkan data yang sudah dirangkum dan mencetak data secara efektif.

      5.      Tipe Data.
     Field – field dalam sebuah tabel harus ditentukan tipe datanya. Ada beberapa tipe data dala Access, yaitu:
     ·  Text: digunakan untuk field alfanumeric (misal : nama, alamat, kode pos, telp), sekitar 255 karakter tiap fieldnya.
     ·   Memo: dapat menampung 64000 karakter untuk tiap field nya, tapi tidak bisa diurutkan/diindeks.
     ·  Number: digunakan untuk menyimpan data numeric yang akan digunakan untuk proses perhitungan matematis.
      ·   Date/Time. 
      ·    Currency.
      ·    Auto Number
      ·    Yes/No
      ·    OLE objek: digunakan untuk eksternal objek, seperti bitmap atau file suara.Hyperlink.
      ·  Lookup Wizard: Jika menggunakan tipe data ini untuk sebuah field, maka bisa memilih sebuah nilai dari tabel lain atau dari sebuah daftar nilai yang ditampilkan dalam combo box.


CARA MENGAKSES MS ACCESS
Langkah pertama yang harus dilakukan ketika membuka Microsoft Access adalah sebagai berikut:
1.      klik Start.
2.      Pilih program dan kemudian pilih Microsoft Office.
3.      Pilih Microsoft Access.
4.      Klik Blank Database (karena kita ingin membuat sebuah database baru)



     5.    Setelah itu keluar program Microsoft Access programnya Nampak seperti pada gambar dibawah        ini. Kemudian buat nama pada database baru, untuk membuat nama pada database baru tersebut          anda dapat mengetikkannya di kotak bawah, seperti pada gambar dibawah ini. Ketik dengan nama      yang di inginkan, setelah itu klik Create pada kotakan dibawahnya.

     6.      Setelah membuat database baru, tampilan awal dari sebuah Microsoft Access adalah sebagai                berikut.


     7.    untuk menutup program Microsoft access kalian dapat menyimpannya terlebih dahulu seperti             pada menyimpan data pada program Microsoft office lain. Caranya dengan Save kemudian buat         nama setelah itu klik save.

CARA MEMBUAT TABLE RELATIONAL DALAM MS ACCESS
     Terlebih dahulu kita harus dapat mengerti apa itu Relationships ? Relationships adalah relasi tabel yang menghubungkan  suatu table dengan field pada table lainnya. Pada Umumnya Relationships digunakan untuk menghubungkan table-table, dimana pada table yang satu tersimpan field primary key dan pada table yang lain terdapat field foreign key. Adapun foreign key adalah field kunci yang boleh lebih dari satu record didalam tabel. Langkah - langkah pembuatannya sebagai berikut:
1. Buka Aplikasi Microsoft Access Di Komputer/Laptop Anda
2. Buatlah tabel dengan nama Jurusan, Mahasiswa, Matakuliah Dan Nilai Khusus untuk tabel Nilai Tidak menggunakan Primary Key  seperti Pada Gambar Dibawah ini
3. Setelah Tabel diatas telah dibuat selanjutnya clik Database Tools kemudian pilih Relationship
4. Pada halaman Show Tabel blok semua tabel atau beberapa tabel yang akan direlasi/dihubungkan kemuidan clik Add setelah itu clik close (Apabila Halaman Show Tabel Tidak Muncul anda dapat menclik show tabel pada menu).

5. Langkah selanjutnya hubungkan antara tabel caranya clik Tahan field NIM Pada Tabel Mahasiswa kemudian drag ke tabel Nilai tepat pada field NIM
6. Pada Halaman Edit Relationships centang Enforce Referential Integrity kemudian clik create
7. Maka hasilnya akan seperti pada gambar dibawah ini :
8. Langkah Selanjutnya Drag field KODE_JUR pada Tabel Jurusan ke tabel Mahasiswa Tepat di field KODE_JUR, Drag Field KD_MATKUL pada Tabel Matakuliah tepat di Filed KD_MATKUL Pada Tabel Nilai (Caranya Seperti Langkah No 5 diatas) maka hasilnya seperti pada gambar dibawah ini. jika telah selesai close kemudian simpan
9. Kemudian Masukkan Record tiap-tiap tabel seperti pada gambar dibawah ini
10. Untuk melihat Hasilnya Clik Tanda (Plus) tepat disamping kiri sehingga menjadi tanda – (minus)

Selasa, 16 Mei 2017

DUKUNGAN SISTEM INFORMASI DALAM MENDUKUNG EKONOMI KERAKYATAN

Ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat.Dimana ekonomi rakyat sendiri adalah sebagai kegiatan ekonomi atau usaha yang dilakukan oleh rakyat kebanyakan (popular) yang dengan secara swadaya mengelola sumberdaya ekonomi apa saja yang dapat diusahakan dan dikuasainya, yang selanjutnya disebut sebagai Usaha Kecil dan Menegah (UKM) terutama meliputi sektor pertanian, peternakan, kerajinan, makanan, dan sebagainya yang ditujukan terutama untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dan keluarganya tanpa harus mengorbankan kepentingan masyarakat lainnya.

Tujuan yang diharapkan dari penerapan Sistem informasi dalam Ekonomi Kerakyatan:
Ø  Membangun Indonesia yang berdikiari secara ekonomi, berdaulat secara politik, dan berkepribadian yang berkebudayaan.
Ø  Mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.
Ø  Mendorong pemerataan pendapatan rakyat.
Ø  Meningkatkan efisiensi perekonomian secara nasional.

Strategi Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan
1.      Demokrasi ekonomi diarahkan untuk menciptakan struktur ekonomi atau  konstruksi bangunan ekonomi agar terwujudnya pengusaha menengah yang kuat dan  besar jumlahnya.
2.      Kedaulatan ekonomi harus tetap dihormati agar harkat, martabat dan citra ekonomi rakyat dapat disejajarkan dengan ekonomi usaha besar swasta dan badan usaha milik negara, tanpa dijadikan objek balas jasa atau belas kasihan.
3.      Pilar ekonomi diarahkan untuk merancang komitmen yang kuat antar-stakeholder dalam mengoptimalkan sumber daya lokal untuk mendorong sekaligus menampung partisipasi bagi kepentingan rakyat banyak.
4.      Benteng ekonomi harus disusun melalui master plan ekonomi kerakyatan yang berbasis sosial budaya dengan tetap memperhatikan keseimbangan pertumbuhan, pemerataan dan keseimbangan stabilitas perekonomian rakyat dalam upaya mengatasi kesenjangan ekonomi antara golongan kapitalis dan  nonkapitalis (golongan ekonomi lemah).
5.      Kemandirian ekonomi diarahkan untuk bertumpu dan ditopang oleh kekuatan sumber daya internal yang dikelola dalam suatu sistem ekonomi
Dengan demikian, jika kita ingin menghasilkan suatu sistem informasi tepat guna bagi usaha kecil dan menengah yang bergerak di sektor perdagangan eceran, yang mengintegrasikan aktivitas pembelian, penjualan dan pengendalian persediaan. Ini berkaitan dengan diidentifikasinya masalah yang sering dihadapi oleh pengelola usaha perdagangan kecil berkaitan dengan ketiadaan informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan, yang berpotensi menyebabkan kerugian bahkan kebangkrutan.
Maka hal ini akan sulit jika suatu kegiatan usaha kecil dan menengah tidak menggunakan suatu sistem informasi manajemen karena dengan kata lain, SIM  adalah sistem informasi yang digunakan untuk menyajikan informasi untuk mendukung operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi yang menggunakan suatu sistem berbasis komputer untuk beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama. Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal, perusahaan atau sub unit dibawahnya.
Sistem informasi ini didukung oleh perangkat teknologi yang bisa membantu penyajian informasi secara cepat dan mudah dimengerti sehingga UKM akan lebih mudah mendapat informasi dalam rangka mengambil keputusan dalampenetapan strategi yang akan diambil. Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh UKM bila menerapkan system informasi berbasis teknologi komputer:
·    Pertama, sistem informasi yang diterapkan pada UKM sangat membantu terutama UKM berbasis ekspor dapat mengelola atau mendapatkan arus informasi mengenai pembayaran dan produknya secara online, cepat dan menghemat waktu sehingga arus transaksi dapat berjalan lancar.
·         Kedua, system informasi dapat membantu UKM mengelolaf aktor-faktor yang penting seperti keuangan, SDM sampai pada promosi, dan penjualan secara online sehingga informasi segera dapat diterima dan pengontrolan dari setiap fungsi dapat berjalan secara baik dan lancar.
·         Ketiga, sistem informasi berbasis komputer memberikan informasi yang akurat dan cepat dalam persiapan sampai dengan penyusunan laporan keuangan dan akuntansi sehingga dengan demikian laporan arus kas masuk dan keluar dapat segera disajikan.Terakhir, pengelolaan faktor-faktor manajemen dalam UKM dapat segera dilihat dan disajikan dengan bantuan sistem informasi ini sehingga dengan demikian keputusan strategi dapat segera diambil.


Peran Sistem Informasi pada UKM
Sistem Informasi dapat didefinisikan sebagai kombinasi teratur dari sumber daya manusia, hardware, software, jaringan dan sumberdaya data yang menumpulkan dan mentransformasi informasi dalam suatu organisasi. Menurut O’ Brien, berdasarkan kegunaannya Sistem Informasi dapat dibedakan menjadi sistem informasi sebagai pendukung kegiatan operasional dan sistem informasi penunjang manajemen perusahaan.
1.      Sebagai Sistem Penunjang Operasi
Sebagai sistem penunjang operasi (operations support system), maka sistem informasi dapat membantu UKM dalam  menciptakan proses transaksi bisnis yang efisien, mengendalikan proses industrial, mendukung komunikasi dan kerja sama perusahaan, serta memperbarui database yang pada akhirnya dapat meningkatkan keunggulan kompetitif usaha kecil dan menengah, misalnya :
·         Mendukung kesuksesan berbagai fungsi akuntansi, manajemen operasi, pemasaran, dan manajemen sumberdaya manusia.
·         Kontributor utama dalam mendukung efesiensi kegiatan operasional, produktivitas dan moral SDM, pemberian layanan prima pada konsumen dan kepuasan konsumen.
·         Bagian utama dari sumber daya perusahaan dan biayanya dalam menjalankan bisnis sehingga memerlukan pengelolaan yang prima.

2.      Sebagai Sistem Penunjang Manajemen
Sebagai sistem penunjang manajemen (management support system), suatu sistem informasi dapat membantu para pengambil keputusan secara strategis, seperti :
·         Sumber informasi utama bagi manajer dalam mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih baik.
·         Bagian yang penting dalam upaya pengembangan produk dan jasa yang kompetitif sehingga dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan dalam bersaing secara global.
·         Kesempatan pengembangan karir yang dinamis.

Secara keseluruhan, sebuah UKM yang menggunakan sistem informasi diharapkan dapat dapat mencapai efektivitas maupun efesiensi proses bisnis dan dalam pengambilan keputusan strategis pada akhirnya dapat meniciptakannya menjadi pelaku usaha yang adaptif dan berdaya saing tinggi di tengah lingkungan bisnis yang dinamis. Namun demikian untuk dapat menggunakan sistem informasi yang sesuai dengan kebutuhan manajemen, sangat penting bagi pihak pengembang dan pengelola sistem informasi untuk mengetahui aktivitas pada tiap level pengambil keputusan dan tipe keputusan terjadi disetiap level tersebut. Oleh sebab itu, diperlukan keterlibatan dari end user, dukungan manajemen eksekutif, kejelasan pernyataan kebutuhan, perencanaan yang matang dan tepat, serta harapan yang realistik didalam membangun sebuah sistem informasi.


KELOMPOK 3
1.      LIANA RAHMADANI
                  41816010037
2.      JOHANDI KRISTYANTO SAGALA
                      41816010120
3.      HERMANSYAH MUDA NASUTION
                       41816010041
4.      GALUH SUTOMPO SAPUTRA
                       41815010051
5.      MOCHAMMAD ADITYA
                    41816010095




Senin, 10 April 2017

PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DALAM TRANSPORTASI

Sistem informasi Manajemen adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama. Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal, perusahaan atau sub unit dibawahnya. Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang terjadi di masa lalu, apa yang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia dalam bentuk laporan periodik, laporan khusus dan ouput dari model matematika. Output informasi digunakan oleh manajer maupun non manajer dalam perusahaan saat mereka membuat keputusan untuk memecahkan masalah.                                      
Perancangan, penerapan dan pengoperasian SIM sangat mahal dan sulit. Upaya ini dan biaya yang diperlukan harus dipertimbangkan lagi. Ada beberapa faktor yang membuat SIM menjadi semakin diperlukan, antara lain bahwa manajer harus berhadapan dengan lingkungan bisnis yang semakin rumit. Salah satu alasan dari kerumitan ini adalah semakin meningkatnya dengan munculnya peraturan dari pemerintah.
Pengembangan SIM canggih berbasis komputer memerlukan sejumlah orang yang berketrampilan tinggi dan berpengalaman lama dan memerlukan partisipasi dari para manajer organisasi. Banyak organisasi yang gagal membangun SIM karena:
1.      Kurang organisasi yang wajar.
2.      Kurangnya perencanaan yang memadai.
3.      Kurang personil yang handal.
4.      Kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan para manajer dalam merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan sistem dan memotivasi seluruh personil yang terlibat.
Organisasi harus menyadari apabila mereka cukup realistis dalam keinginan mereka, cermat dalam merancang dan menerapkan SIM agar sesuai keinginan serta wajar dalam menentukan batas biaya dari titik manfaat yang akan diperoleh, maka SIM yang dihasilkan akan memberikan keuntungan dan uang.
Tujuan sistem informasi manajemen adalah memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan atau dalam sub unit organisasional perusahaan. SIM menyediakan informasi bagi pemakai dalam bentuk laporan dan output dari berbagai simulasi model matematika.

Penerapan SIM E-Ticketing Pada Transportasi
Keberhasilan dari Pembangunan tidak terlepas dari peran aktif dari semua sektor terutama sektor transportasi. Luasnya wilayah jasa pelayanan angkutan darat yang harus dapat dijangkau, yang meliputi seluruh wilayah Indonesia, maka perlu dilakukan suatu penanganan khusus dalam meningkatkan kualitas pelayanan transportasi yang aman,selamat, mudah dijangkau, berdaya saing dan terintegrasi.
Pengelolaan pelayanan transportasi dalam skala nasional merupakan pekerjaan yang kompleks. Pekerjaan ini harus memperhitungkan berbagai sub mode transportasi baik umum maupun pribadi, berbagai event-event rutin maupun khusus yang dapat meningkatkan beban transportasi seperti angkutan lebaran, natal dan tahun baru, liburan, bencana alam, kondisi operasional di lapangan (kemacetan lalu lintas yang semakin parah di kota-kota besar dan metropolitan), perkembangan sarana-prasarana transportasi dan juga tindakan-tindakan pihak-pihak lain yang dapat mengganggu jalannya pelayanan jasa angkutan. Dalam penyelenggaraan transportasi, sangat perlu kecepatan informasi agar setiap permasalahan dapat diatasi secara cepat dan semaksimal mungkin.
Kondisi tersebut perlu dan harus didukung dengan sistem teknologi informasi untuk transportasi yang handal, yang mampu saling mendukung dan terpadu dengan sistem–sistem lainnya. Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas di bidang transportasi, maka suatu sistem yang berbasis teknologi informasi yang terintegrasi ditingkat regional maupun nasional, merupakan suatu kebutuhan utama, mengingat tantangan tugas masa depan yang dituntut untuk mampu menyediakan pelayanan.
Transportasi dengan cepat, tepat, konsisten dan mudah selalu tersedia setiap saat (Timely Available) itulah yang kini menjadi tuntutan dari masyarakat. Guna mewujudkan sistem tersebut, pada saat ini hal tersebut sangat dimungkinkan dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi yang didukung pula oleh perkembangan kemampuan sumber daya manusia di Indonesia dalam penguasaan teknologi informasi. Dalam perencanaan pembangunan transportasi, pemanfaatan data base dengan menggunakan teknologi informasi berbasis GIS (Geografic Information Sistem) sangat diperlukan. Pada tingkat operasional guna mengatasi permasalahan lalu lintas di tingkat lokal maka penerapan Program Aplikasi Pengendalian Lalu Lintas seperti ATCS/ITCS (Area Traffic Control System/Integrated Traffic Control System), ITS (Intelegent Transport System), sedangkan ditingkat regional dan nasional pengembangan Transportation Management Centre (TMC) merupakan salah satu solusi terbaik dari sistem teknologi informasi yang dapat dikembangkan.

Pengertian E-Ticketing
E-ticketing atau electronic ticketing adalah suatu cara untuk mendokumentasikan proses penjualan dari aktifitas perjalanan pelanggan tanpa harus mengeluarkan dokumen berharga secara fisik ataupun paper ticket. E-ticketing (ET) adalah peluang untuk meminimalkan biaya dan mengoptimalkan kenyamanan penumpang. E-ticketing mengurangi biaya proses tiket, menghilangkan fomulir kertas dan meningkatkan fleksibilitas penumpang dan agen perjalanan dalam membuat perubahan-perubahan dalam jadwal perjalanan.
Sejalan dengan perkembangan teknololgi informasi, internet kini muncul sebagai alternative system distribusi informasi travel. Internet merupakan medium yang sempurna untuk menjual paket perjalanan, karena internet sanggup membawa jaringan supplier yang luas dan basis kostumer yang besar ke sebuah market place terpusat. Adapun pengertian lain dari E-Ticketing, atau penjualan tiket online, merupakan salah satu cara bagi orang untuk membeli tiket untuk acara lokal. Merupakan fasilitas pemesanan tiket online yang dirancang untuk membantu kelompok masyarakat yang tidak memiliki akses ke sistem jenis ini. Hal ini memungkinkan kelompok-kelompok masyarakat untuk meningkatkan kegiatan dan menjual tiket secara online melalui situs web.
Manfaat E-Ticketing
Saat ini pembelian tiket baik untuk bepergian memakai travel agent, maskapai penerbangan ataupun untuk suatu event tidak lagi hanya mengandalkan sistem manual Tetapi customer bisa memesannya jauh-jauh hari tanpa harus datang langsung ke kantor yang bersangkutan, yaitu melalui sistem e-ticketing. Untuk hal ini banyak sekali manfaat serta keuntungan yang akan didapat baik oleh konsumen ataupun perusahaan. Manfaat tersebut diantaranya:
-          Biaya Simpanan
Mengurangi biaya yang terkait dengan pencetakan dan mailing tiket ke pembeli. Menghilangkan atau mengurangi memerlukan tiket untuk stok, amplop dan pos.
-          Buruh Simpanan
Mengurangi tenaga kerja yang terkait dengan pencetakan dan mailing tiket.
-          Aman
E-Tiketiselamat dan aman. Barcode validasi menghilangkan kemungkinan palsu dan duplikat tiket.
-          Kehadiran atau Pelaporan –
Cari tahu berapa banyak e-tiket Patrons anda dihadiri pada saat acara dan ketika mereka tiba.
-          Instant Pengiriman
Pembeli senang karena mampu mencetak tiket mereka segera. Tidak perlu menunggu surat atau mengantri di acara tersebut. Pelanggan dapat mencetak tiket elektronik mereka segera setelah mereka membelinya. Informasi tambahan E-Tiket menyediakan ruang untuk tambahan informasi seperti peta jalan, arah, dan informasi lain yang mungkin dibutuhkan pelanggan.
-          Periklanan
E-Tiket menyediakan kemampuan unik untuk periklanan. Meningkatkan pendapatan perusahaan dengan menawarkan ruang iklan pada web perusahaan .

Langkah-Langkah E-Ticketing
Dalam proses e-ticketing terdapat beberapa langkah yang dapat dilakuklan guna mempermudah kita dalam pemesanan tiket secara online. Dimana dengan e-ticketing kita tidak perlu repot mengantri dalam memesan tiket serta bisa memesannya kapanpun dan dimanapun. Langkah-langkah E-Ticketing sangat praktis, serta reservasi adalah yang paling utama sebab syarat mutlak dari pemesanan tiket online adalah reservasi dimana data kita disimpan sebagai tanda bukti.
Sabagai seorang mobile, sibuk dan akrab dengan e-lifestyle, ada beberapa pilihan yang tersedia bagi anda. Menelepon Call Center maskapai penerbangan yang dipilih. Langkah berikutnya adalah pembayaran. Dengan mengutamakan kemudahan, anda dapat melakukannya melalui ATM, serta credit card. Call Center yang menjamin keamanan saat memasukkan nomor credit card. Terjamin semua informasi anda akan disimpan dengan rapi dan aman. Jika tertinggal tanda terima perjalanan, anda dapat meminta duplikatnya di seluruh kantor penjualan tiket maskapai penerbangan (airport).
Contoh:




KELOMPOK 3
1.      LIANA RAHMADANI
                  41816010037
2.      JOHANDI KRISTYANTO SAGALA
                      41816010120
3.      HERMANSYAH MUDA NASUTION
                       41816010041
4.      GALUH SUTOMPO SAPUTRA
                       41815010051
5.      MOCHAMMAD ADITYA
                    41816010095



Rabu, 29 Maret 2017

PENERAPAN SISTEM INFORMASI PADA INDUSTRI TELEKOMUNIKASI

Sampai pada tahun 1960-an, peran sistem informasi masih sederhana yakni, memproses transaksi, menyimpan data, accounting dan aplikasi proses data elektronik (electronic data processing) lainnya. Kemudian pada tahun 1970-an, informasi spesifikasi awal produk yang dibuat oleh information reporting systems tidak dapat memenuhi kebutuhan pengambilan keputusan manajemen. Oleh karena itu dibuatlah konsep decision support systems (DSS). Peranan baru ini adalah menyediakan dukungan interaktif kepada manajemen untuk proses pengambilan keputusan mereka.
Memasuki tahun 1980-an, perkembangan yang cepat dari tenaga proses mikrokomputer, aplikasi perangkat lunak dan jaringan telekomunikasi menimbulkan apa yang disebut dengan end user computing. Kemudian konsep executive information systems (ESS) dibangun, dimana sistem informasi ini memberikan jalan yang mudah bagi manajemen atas untuk mendapatkan informasi kritikal yang diinginkan ketika sedang dibutuhkan. Pengembangan dan aplikasi dari teknik kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memberi gebrakan baru dalam sistem informasi bisnis. Sistem pakar atau expert systems (ES) dan sistem berbasis pengetahuan membuat peran baru bagi sistem informasi.
Sebuah peran baru yang penting lagi bagi sistem informasi muncul di tahun 1980-an dan diharapkan terus berlanjut sampai ke tahun 1990-an. Peran tersebut adalah konsep peran strategis (strategic role) dari sistem informasi yang disebut strategic information systems (SIS). Pada konsep ini, sistem informasi diharapkan dapat memainkan peranan langsung dalam mencapai tujuan atau sasaran strategis dari perusahaan. Hal ini memberikan tanggung jawab baru bagi sistem informasi di dalam bisnis, apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini.
            Sistem adalah satu kesatuan komponen yang saling terhubung dengan batasan yang jelas bekerja bersama-sama untuk mencapai seperangkat tujuan. Menurut O’Brien  (2005) sistem informasi adalah kombinasi teratur dari orang-orang, perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komunikasi, dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi. Orang–orang yang menggunakan sistem informasi zaman sekarang bertujuan melakukan komunikasi dengan menggunakan berbagai jenis dari perangkat keras, perintah proses informasi dan prosedur perangkat lunak, jaringan komunikasi, serta data yang disimpan. Salah satu karakteristik dari sistem informasi adalah perbedaan komponen–komponen yang bergantung pada setiap data dan proses mengolahnya.  Penerapan sistem informasi banyak dilalukan pada berbagai bidang, termasuk dalam industri telekomunikasi sangat memerlukan sistem informasi yang berguna bagi industri telekomunikasi itu sendiri. Merujuk pada industri telekomunikasi terlebih dahulu harus mengetahui apa itu telekomunikasi. Telekomunikasi adalah pertukaran informasi dalam bentuk apa pun (suara, data, teks, gambar, audio dan video) yang berbasis komputer.
Sedangkan industri telekomunikasi adalah suatu bentuk perusahaan yang bergerak dibidang jasa pertukaran informasi menggunakan basis jaringan komputer sehingga antara satu komponen dengan komponen lain dapat berkomunikasi secara lancar dan cepat, sehingga dalam penerapan nya diperlukan sistem informasi yang berguna bagi industri telekomunikasi itu sendiri yang merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam jasa pertukaran informasi. Oleh karena itu perlu dirancang sebuah sistem yang terstruktur serta detail agar menghasilkan informasi yang berguna dalam industri telekomunikasi. Penyebab berdiri nya industri telekomunikasi adalah semakin meningkatnya kebutuhan akan teknologi selain itu juga perkembangan teknologi yang terus mengalami kemajuan seiring berkembangnya zaman mendorong perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidangnya untuk meningkatkan kinerja nya. Hal itu dapat dilalukan dengan adanya sistem informasi untuk penerapan pada bidang komunikasi. Oleh karena itu dirancanglah sebuah sistem yang mendukung untuk peningkatan teknologi tersebut agar menghasilkan informasi yang penting. Penerapan sistem informasi dalam industri telekomunikasi dapat kita lihat dengan bedirinya perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi seperti PT Telkom Indonesia.
Telkom Group adalah satu-satunya BUMN telekomunikasi serta penyelenggara layanan telekomunikasi dan jaringan terbesar di Indonesia. Telkom Group melayani jutaan pelanggan di seluruh Indonesia dengan rangkaian lengkap layanan telekomunikasi yang mencakup sambungan telepon kabel tidak bergerak dan telepon nirkabel tidak bergerak, komunikasi seluler, layanan  jaringan dan interkoneksi serta layanan internet dan komunikasi data.Telkom Group juga menyediakan berbagai layanan di bidang informasi, media dan edutainment, termasuk cloud-based and server-based managed services, layanan e-Payment dan IT enabler, e-Commerce dan layanan portal lainnya.
PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (Telkom) merupakan perusahaan penyelenggara bisnis T.I.M.E (Telecommunication, Information, Media and Edutainment) yang terbesar di Indonesia. Pengabdian Telkom berawal pada 23 Oktober 1856, tepat saat dioperasikannya layanan telekomunikasi pertama dalam bentuk pengiriman telegraf dari Batavia (Jakarta) ke Buitenzorg (Bogor). Selama itu pula Telkom telah mengalami berbagai transformasi. Transformasi terakhir sekaligus yang disebut dengan New Telkom Indonesia adalah transformasi dalam bisnis, infrastruktur, sistem dan model operasi dan transformasi sumber daya manusia. Transformasi tersebut resmi diluncurkan kepada pihak ekternal bersamaan dengan New Corporate Identity Telkom pada tanggal 23  Oktober 2010, tepat pada hari ulang tahun Telkom ke-153.Telkom juga memiliki tagline baru yaitu The World in Your Hand.
Hampir di seluruh sektor bisnis di dunia ini menggunakan sistem informasi di perusahaan mereka. Bukan hanya itu, mereka pun selalu berusaha melakukan berbagai macam cara untuk menggembangkan sistem informasi yang digunakan di perusahaan mereka. Hal tersebut disebabkan karena sistem informasi memegang peranan yang cukup penting dalam bisnis mereka.

KELOMPOK 3
1.      LIANA RAHMADANI
                     41816010037
2.      JOHANDI KRISTYANTO SAGALA
                      41816010120
3.      HERMANSYAH MUDA NASUTION
                       41816010041
4.      GALUH SUTOMPO SAPUTRA
                       41815010051
5.      MOCHAMMAD ADITYA
                    41816010095

Rabu, 15 Maret 2017

ARSITEKTUR KOMPUTER DALAM MANAGEMENT INFORMATION SYSTEM(MIS)

v                           Arsitektur Komputer
Berbicara tentang komputer mungkin tidak asing di telinga kita. Akan tetapi bagaimana tentang arsitektur komputer. Arsitektur komputer adalah sebuah konsep perencanaan yang terprogram, dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer dengan kata lain yaitu merancang suatu sistem komputer itu sendiri. Untuk merancang sebuah sistem komputer kita terlebih dahulu harus mengetahui apa inti dari komputer tersebut.
Inti dari sebuah komponen komputer adalah Processor. Processor dikendalikan oleh sebuah sistem operasi seperti Windows XP, Windows 7, Windows 8, Windows 10 untuk mengoelola mekanisme alat input dan alat output. Unit Pemroses Sental (Central Processing Unit) mengendalikan seluruh komponen lain. Arsitektur komputer mempelajari atribut-atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer dan memiliki dampak langsung pada eksekusi logis sebuah program, contoh: set instruksi, jumlah bit yang digunakan untuk merepresentasikan bermacam-macam jenis data (misal bilangan, karakter), aritmetika yang digunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/O. Arsitektur komputer ini paling tidak mengandung 3 sub-kategori:
            1.      Set instruksi (ISA)
            2.      Arsitektur mikro dari ISA
            3.      Sistem desain dari seluruh komponen dalam perangkat keras komputer

Arsitektur komputer merupakan suatu hal yang sangatlah penting karena dapat memberikan berbagai atribut-atribut pada sistem komputer, hal tersebuti tentunya sangat dibutuhkan bagi perancang ataupun user software sistem dalam mengembangkan suatu program. Dengan adanya komponen-komponen utama dan juga komponen pendukung dalam proses arsitektur komputer diharapkan mampu menghasilkan sistem komputer yang baik dan kompleks sehingga mampu memudahkan pekerjaan manusia.

                        Pengertian Management Information System (MIS)
Management Information System (MIS) atau Sistem Informasi Manajemen adalah Sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen memecahkan masalah-masalah yang berhubungan dengan bisnis. Hal-hal tersebut berkaitan dengan proses perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, pengarahan, dan lain-lain, dalam suatu organisasi. Sedangkan, informasi dalam satu organisasi adalah data yang diolah sedemikian rupa sehingga memiliki nilai dan arti bagi organisasi.

                        Fungsi Sistem Informasi Manajemen
       Fungsi utama diterapkannya sistem infomasi manajemen dalam suatu organisasi adalah sebagai           berikut:
1.    Mempermudah pihak manajemen untuk melakukan perencanaan, pengawasan, pengarahan dan pendelegasian kerja kepada semua departemen yang memiliki hubungan komando atau koordinasi dengannya.
2.      Meningkatkan efisiensi dan efektifitas data yang tersaji akurat dan tepat waktu.
3.      Meningkatkan produktifitas dan penghematan biaya dalam suatu organisasi.
4.      Meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena unit sistem kerja yang terkoordinir dan sistematis.
  

                        Pengguna Management Information System (MIS):
1.      Survey
2.      Percobaan Laboratorium
3.      Studi Kasus
4.      Model Matematis
5.      Conseptual Models
6.      Spekulasi
7.      Sastra Analisis
8.      Field Study
9.      Wawancara
10.  Penelitian Perpustakaan

                 Arsitektur Komputer Dalam Management Information System
  

Arsitektur Komputer dalam Management Information System adalah suatu konsep atau perencanaan yang terstruktur dan terintegrasi untuk merancang suatu sistem informasi manajemen yang dirancang untuk mengendalikan dan membantu para manajer untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan bisnis, sehingga untuk merancangnya pun membutuhkan program-program yang terstruktur untuk menciptakan sistem informasi manajemen, mulai dari tahap menganilis data-data yang telah dikumpulkan sebelumnya, sehingga melalui data-data yang telah terkumpul dapat dilakukan tahap perancangan sistem komputer berbasis sistem informasi manajemen yang nantinya digunakan oleh para manajer atau anggota-anggota suatu organisasi atau perusahaan dalam proses pengambilan keputusan untuk tujuan bersama.

KELOMPOK 3
1.      LIANA RAHMADANI
                     41816010037
2.      JOHANDI KRISTYANTO SAGALA
                      41816010120
3.      HERMANSYAH MUDA NASUTION 
                       41816010041
4.      GALUH SUTOMPO SAPUTRA
                       41815010051
5.      MOCHAMMAD ADITYA
                        41816010095